Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi kembali melaksanakan visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik terhadap sejumlah badan publik di Provinsi Jambi
20 October 2026
Oleh: Humas RSUD Mattaher
Bagikan:
Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi kembali melaksanakan visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik terhadap sejumlah badan publik di Provinsi Jambi, Selasa (20/10/2026). Kunjungan dilakukan ke Inspektorat Provinsi Jambi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jambi, dan RSUD Raden Mattaher Jambi.
Salah satu hal menarik dalam rangkaian visitasi kali ini , pemaparan layanan informasi di RSUD Raden Mattaher Jambi. Meskipun Direktur dan jajarannya berhalangan hadir dikarenakan karena diwaktu yang bersamaan mengikuti rapat di DPRD, rombongan KI Jambi diterima oleh H. Sofran, M.E. Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Humas
Dalam pemaparannya, Sopran menjelaskan bahwa RSUD Raden Mattaher telah memiliki aplikasi SIBATARA yang menyediakan informasi mengenai ketersediaan kamar rawat inap. Melalui dashboard aplikasi tersebut, masyarakat dapat memantau ketersediaan kamar sehingga memperoleh informasi yang lebih mudah dan transparan. Selain itu, tersedia pula informasi mengenai jadwal praktik dokter.
Ketua KI Provinsi Jambi, Ahmad Taufiq Helmi, mengapresiasi keberadaan aplikasi tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi pelayanan informasi publik di sektor kesehatan. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai ketersediaan kamar dan jadwal dokter sangat penting untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum mengakses layanan rumah sakit.
Namun, ia menekankan bahwa keberadaan aplikasi harus diiringi dengan sosialisasi yang lebih luas agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya.
“Informasi mengenai ketersediaan kamar dan jadwal dokter sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, aplikasi ini perlu lebih gencar disosialisasikan agar masyarakat mengetahui cara mengaksesnya. Dengan informasi yang mudah dijangkau, diharapkan tidak muncul kesalahpahaman atau kecurigaan terhadap pelayanan rumah sakit,” ujarnya.